FADHILAH DH.


Berpacu menjadi yang terbaik

Perkuliahan kelima sistem cerdas

Assalamualaikum. Ini adalah pertemuan kelima dari perkuliahan sistem cerdas oleh bapak soegianto soelistiono. Pada pertemuan kelima membahas mengenai sistem pakar atau mesin inferensi. Maka akan dibahas lebih lanjut.

”Otak” mesin  inferensi,  yang  dikenal  juga  sebagai  struktur  kontrol  atau  penerjemah  aturan  Komponen  ini  sebenarnya  adalah  program  komputer  yang  menyediakan  metodologi  untuk  mempertimbangkan informasi dalam pengetahuan dan workplace,  dan merumuskan kesimpulan.

Mesin inferensi  adalah keahlian yang  dibutuhkan  disimpan  di  dalam  knowledge  base  (basis  pengetahuan), komputer diprogram sehingga dapat menghasilkan  solusi.   

Terdapat  dua  cara  (metode)  mekanisme  inferensi  dalam  sistem pakar berbasis aturan, yaitu:

  1. Runut maju (forward chaining)   Runut maju adalah aturan-aturan diuji satu demi satu dalam  urutan tertentu (data driven).
  2. Runut mundur ( backward chaining)  Runut mundur adalah penalaran dimulai dari kesimpulan dan  akan dibuktikan kebenarannya(goal driven).   

Kedua  cara  di  atas  dipengaruhi  oleh  macam  penelusuran  yang terdiri dari 3 macam/ teknik penelusuran

  • Depth  first  search,  teknik  penelusuran  dari  node  ke  node  bergerak menurun ke tingkat dalam yang berurutan. 
  • Breadth  first  search,  teknik  penelusuran  pada  semua  node  dalam satu level sebelum berpindah ke level di bawahnya. 
  • Best  first  search,  kombinasi  antara  depth  first  search  dan  breadth first search.

Struktur Sistem Pakar Komponen utama pada struktur sistem pakar meliputi:

  1. Basis Pengetahuan (Knowledge Base)
    Basis pengetahuan merupakan inti dari suatu sistem pakar, yaitu berupa representasi pengetahuan dari pakar. Basis pengetahuan tersusun atas fakta dan kaidah. Fakta adalah informasi tentang objek, peristiwa, atau situasi. Kaidah adalah cara untuk membangkitkan suatu fakta baru dari fakta yang sudah diketahui.
  2. Mesin Inferensi (Inference Engine)
    Mesin inferensi berperan sebagai otak dari sistem pakar. Mesin inferensi berfungsi untuk memandu proses penalaran terhadap suatu kondisi, berdasarkan pada basis pengetahuan yang tersedia. Di dalam mesin inferensi terjadi proses untuk memanipulasi dan mengarahkan kaidah, model, dan fakta yang disimpan dalam basis pengetahuan dalam rangka mencapai solusi atau kesimpulan. Dalam prosesnya, mesin inferensi menggunakan strategi penalaran dan strategi pengendalian.
    Strategi penalaran terdiri dari strategi penalaran pasti (Exact Reasoning) dan strategi penalaran tak pasti (Inexact Reasoning). Exact reasoning akan dilakukan jika semua data yang dibutuhkan untuk menarik suatu kesimpulan tersedia, sedangkan inexact reasoning dilakukan pada keadaan sebaliknya.
    Strategi pengendalian berfungsi sebagai panduan arah dalam melakukan prose penalaran. Terdapat tiga tehnik pengendalian yang sering digunakan, yaitu forward chaining, backward chaining, dan gabungan dari kedua tehnik pengendalian tersebut.

2 bagian utama sistem pakar :

  •  
    • Lingkungan pengembangan (development environment) : Digunakan untuk memasukkan pengetahuan pakar ke dalam lingkungan sistem pakar
    • Lingkungan konsultasi (consultation environment) : Digunakan oleh pengguna yang bukan pakar untuk memperoleh pengetahuan pakar

Arsitektur Sistem Pakar

  1. Mengidentifikasi masalah dan kebutuhan
  2. Menentukan problema yang cocok
  3. Mempertimbangkan alternatif
  4. Menghitung pengembalian investasi
  5. Memilih alat pengembangan
  6. Merekayasa pengetahuan
  7. Merancang sistem
  8. Melengkapi pengembangan
  9. Menguji dan mencari kesalahan sistem
  10. Memelihara sistem

Referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pakar

ukyku.files.wordpress.com/2008/02/sistem-pakar-3.doc

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   ">